MERAIH KESUKSESAN DI MASA MUDA

بسم ا لله  الرخمن الرحيم

 Allah ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

Artinya “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al ashr : 1 – 3 )

Sesungguhnya nikmat Alloh yang diturunkan kepada hambanya sangatlah banyak tak terhitung jumlahnya, dan tidaklah mungkin manusia akan dapat menghitung nikmat tersebut karena begitu banyaknya akan tetapi manusia mengingkari nikmat tersebut dengan kebodohannya, Maka benar firman Alloh :

 

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤

Artinya “….. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). “ ( QS. Ibrohim : 34 )

 

Dan diantara pokok nikmat yang diberikan oleh Alloh kepada hambanya yaitu :

  1. Nikmat Keimanan, yaitu beriman kepada Alloh dan Rosulnya dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangannya.
  2. Nikmat Ilmu, nikmat ini adalah sangat besar dengan ilmu inilah manusia dapat mencapai kebahagiaan duniawi dan ukhrowi secara bersama. Maka  ilmu itu merupakan kenikmatan yang nyata, mencarinya sebuah kenikmatan, mendapatkannya adalah kenikmatan, mengajarkan dan menyebarkannya adalah kenikmatan berikutnya.
  3. Nikmat Amal, setelah seorang hamba mendapatkan kenikmatan ilmu maka selanjutnya akan merasakan nikmat dengan mengamalkan apa yang telah diketahuinya.
  4. Nikmat Kesehatan dan Kesempatan, dalam kehidupan seorang hamba akan mengalami dua nikmat ini akan tetapi mereka banyak melupakannya sedangkan kehidupan manusia terbatasi oleh kesempatan dan waktu yang mereka miliki.

 

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ ( البخاري)

Dari Ibnu abbas radhiallahu ‘anhuma, berkata Rosululloh sholallahu ‘alaihi wassalam “ Dua nikmat yang banyak manusia lalai darinya yaitu kesehatan dan kesempatan.” ( HR. Bukhori )

 

Sifat-sifat seperti semangat membara, keras dalam prinsip, tubuh dan jiwa serta pikiran yang masih segar dan sedang mengalami growing up, menjadikan sosok pemuda adalah sosok manusia dalam bentuk paling indah. Peran dalam kehidupan yang mereka ambil pun cukup besar. Sehingga wajar jika estafet perjuangan hidup diserahkan sepenuhnya pada para pemuda.

Meski demikian, perlu juga diwaspadai, masa ini adalah masa dimana segala gejolak dan rasa mencapai puncaknya. Hasrat dan keinginan bergejolak dahsyat dalam jiwa. Godaan dan dorongan nafsu mendesak sangat kuat. Sehingga akan mudah untuk tergelincir pada lembah kebinasaan yang terbuka lebar, sebagaimana peluang menuju kesuksesan pun terhampar di depan mata.

Sehingga masa muda bagi seorang hamba adalah masa yang sangat menentukan bagi kehidupannya. Karena pada masa itulah cita-cita dan segala harapan dapat diwujudkan dengan fisik dan kemampuan yang ada pada dirinya dengan ijin Alloh subhanahu wa ta’ala. Berkata Hafshoh Binti Sirin rahimahulloh ta’ala : “ Wahai pemuda beramalah kalian, sesungguhnya aku melihat amalan di masa muda adalah kekuatan maka matahari itu tidaklah terang cahayanya di sore hari sebagaimana cahayannya yang terang bersinar di siang hari.”

Dan beliau juga berkata “ Masa muda adalah bagian dari kehidupan,masa muda dapat melakukan segala apa yang akan bisa menghasilkan dalam kehidupannya maka perumpamaan masa muda bagaikan sebuah pohon yang menghasilkan seluruh buah dalam kehidupannya dan sesudah itu tidaklah pohon tersebut berbuah melainkan hanya tinggal batangnya.”

Kesempatan dan waktu di masa muda adalah sesuatu yang sangat berharga, maka waktu-waktu yang kamu miliki adalah merupakan harta yang paling mahal bagimu yang akan menghantarkan kepada kebahagiaan yang sejati, berkata Imam Al Ghozali rohimahulloh ta’ala ( kitab bidayah al hidayah ) :“Waktu – waktu itu adalah umurmu dan umurmu adalah harta bendamu dengannya engkau mempertaruhkannya sehingga akan menghantarkanmu kepada kenikmatan yang abadi di sisi Alloh Subhanahu wa ta’ala, maka setiap hembusan nafasmu merupakan permata yang tidak ternilai harganya, tidak dapat digantikannya dan apabila waktu itu berlalu maka tidak akan pernah kembali. Maka janganlah kamu seperti orang yang dungu yaitu orang yang senantiasa bergembira dengan bertambahnya harta dan berkurangnya umur mereka maka kebaikan macam apakah ini,?? bertambahnya harta dan berkurangnya umur ?!! Maka janganlah kamu bergembira kecuali dengan bertambahnya ilmu dan amalan karena keduanya akan menemani kamu di dalam kubur tatkala keluarga, harta, dan sahabat karib meninggalkanmu.

Berkata Hatim At Thooi rohimahulloh ta’ala dalam syairnya :

 

Bukanlah waktu itu melainkan hari ini, kemarin dan esok

Dan demikianlah waktu itu senantiasa datang dan pergi

Mendatangi kita dimalam hari sesudah siang harinya

Tidaklah kita akan terus didalamnya melainkan waktu itu akan meninggalkan kita

 

Kesukesan bagi pemuda adalah tatkala dia bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dimilikinya, karena harapan dan cita – cita yang akan diraihnya tergantung kesempatan dan waktu yang digunakannya.

Dan hendaknya disadari bahwa kesempatan di masa muda dan usia yang dimiliki dengan seluruh aktifitasnya akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Alloh subhanahu wa ta’ala.

 

روى الحاكم في المستدرك عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لرجل وهو يعظه : اغتنم خمسا قبل خمس : شبابك قبل هرمك وصحتك قبل سقمك وغناءك قبل فقرك وفراغك قبل شغلك وحياتك قبل موتك

 

Diriwayatkan Hakim dalam Mustadrak dari Ibnu abbas rhodhiyallahu ‘anhuma berkata, Rosululloh sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “ Pergunakanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara : Masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa sempatmu sebelum masa sempitmu, masa hidupmu sebelum matimu.

 

وأخرج البزار والطبراني في الكبير عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لن تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع خصال : عن عمره فيما أفناه وعن شبابه فيما أبلاه وعن ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه وعلمه ماذا عمل به

Diriwayatkan Al Bazar dan Thobroni di Mu’jam Al kabir dari Muadz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rosulullohu sholallohu ‘alaihi wassalam : “ Tidaklah bergeser telapak kaki para hamba besok pada hari kiamat sebelum ditanya empat perkara, tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya untuk apa dipergunakannya, tentang hartanya dari mana didapatkannya dan untuk apa dibelanjakannya, dan tentang ilmunya untuk apa diamalkannya.”

Maka beruntunglah wahai para pemuda yang bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dimilikinya untuk senantiasa beribadah kepada Alloh sehingga akan dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat nantinya.

Dan berbahagialah wahai para pemuda yang nanti mendapat perlindungan Alloh di hari kiamat tatkala tidak ada perlindungan melainkan perlindungan darinya. Sebagai dijelaskan oleh Rosululloh sholallahu ‘alihi wassalam tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan Alloh subhanahu wa ta’ala diantaranya adalah Seorang pemuda yang senantiasa beribadah kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.

Dari ‘uqbah bahwasanya  Rosululloh sholllahu ‘alaihi wassalam bersabda “ Sesungguhnya Tuhanmu sangat kagum kepada  pemuda yang tidak menuruti hawa nafsunya.” ( Hadits Hasan )

Wahai para pemuda, kita dapat menyaksikan dan menjadikan contoh tauladan  bagi kehidupan kita dengan berbagai kisah yang tertulis tinta emas, tidaklah sirna ditelan lapuknya masa dan terukir sepanjang sejarah kehidupan manusia : Merekalah para pemuda dari kalangan nabi dan rosul, para sahabat dari kalangan anshor dan muhajirin, para tabi’in dan para imam dan ulama dari kalangan salafusholih umat ini.

Demikian pula kisah yang sangat terkenal dari kalangan para pemuda Ashabul Kahfi  yang di abadikan dalam surat Al Kahfi :

 

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى﴿١٣

 

Artinya: “ Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” ( QS.Al-kahfi : 13 )

Dan juga kisah yang sangat masyhur tentang pemuda Ashabul Uhdud  sebagaimana diceritakan dalam hadits panjang yang diriwayatkan Imam Muslim dalam shohihnya dari shuhaib rodhiyallah ta’ala ‘anhu.

Mereka adalah contoh para pemuda yang memiliki keyakinan dan keimanan yang kuat dan sanggup mempertahankannya sekalipun hidup ditengah masyarakatnya yang penuh dengan kesesatan dan kekufuran maka Alloh tetap memberikan keteguhan keimanan dengan memberikan pertolongan kepada mereka.

 

قَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ … ﴿١١١

Artinya “  Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. “ ( QS. Yusuf : 111 )

Manakala kita saksikan keadaan para pemuda pada masa kini ( kecuali mereka yang dirahmati Alloh ) mereka terombang – ambing  keadaan dirinya baik dengan kondisi kemajuan dan globalisasi zaman, lingkungan dan pergaulan bebas dan lain sebagainya sehingga terjadilah dekadensi moral dan hilangnya jati diri pada mereka.

Kerusakan telah terjadi diberbagai sisi baik dalam masalah aqidah, akhlak, ibadah demikian pula mewabahnya berbagai macam kerusakan yang menjangkiti para pemuda diantaranya pesta miras yang biasa terjadi, penggunaan narkoba yang terus meningkat, pergaulan bebas yang tak terkendali dan mengarahkan kepada berbagai bentuk macam perzinaan dan berbagai macam kemaksiyatan.

Agama Islam datang dengan berbagai macam aturan dan tuntunan yang akan bisa menjadikan hidup manusia khususnya para pemuda mencapai kebahagiaan yang sebenarnya maka hendaklah disadari bahwa hidup ini merupakan ibadah yang harus dijalani, sebagaimana firman Alloh subhanahu wa ta’ala :

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦

Artinya “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. “ ( QS.Ad dzariyat : 56 )

 

Dan hendaklah para pemuda senantiasa memperhatikan dengan siapa mereka bersahabat dan bergaul, karena persahabatan dan pergaulan itu akan menunjukkan akan diri dan agamanya, maka lingkungan itu adalah sangat menentukan untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang, sebagaimana sabda rosululloh sholallahu ‘alihi wassalam :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل (الترمذي وأحمد)

Artinya “ Seseorang itu bersaman dengan agama temannya, maka hendaklah kalian melihat dengan siapa kalian bersahabat ( bergaul ) “ ( HR. Tirmidzi dan Ahmad )

Dengan kembalinya para pemuda kepada ajaran yang benar didalam syari’at islam baik didalam aqidah dan tauhidnya, akhlak, ibadah dan seluruh muamalahnya maka akan terwujudlah sebuah generasi yang akan bermanfaat bagi umat dan negri ini dengan ijin Alloh subhanahu wa ta’ala.

Demikianlah makalah ini kami sampaikan semoga bermanfaat bagi para pemuda yang mengidamkan kesuksesan dan merindukan kebahagiaan hidupannya.

Oleh: Ustadz. Abu Kholil Mujahid (Mudir Darussunnah Islamic Centre Sragen-Indonesia)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s