Kembali kepada Kebenaran (1)

Kebenaran adalah sesuatu yang sangat berharga, sangat agung dan sangat mulia. Yang menjadikan orang yang berada diatasnya merasa tenang, tentram dan nyaman. Suatu nikmat yang sangat besar dan mahal bagi seluruh manusia, ketika manusia mampu menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya. Dialah Alloh yang telah menurunkan agama yang haq (benar) sebagai petunjuk, nasehat dan kabar gembira; sebagai cahaya yang terang benderang, risalah yang terakhir, sebagai pelurus dari semua jalan kesesatan dan penyimpangan, sebagai cahaya ilmu dari kebodohan; dan membukakan hati bagi orang–orang yang lalai. Maka bersinarlah dunia dengan Islam sesudah kegelapannya, menyatukan manusia sesudah bercerai berai, tegak sebagai ajaran kehidupan yang benar, baik dalam ibadah, akidah, akhlak dan mu’amalahnya.

Dinul Islam adalah agama yang sempurna dan diridhoi oleh Alloh ta’ala, sebagaimana Firman-Nya:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. “ (QS. 5 al-Maidah: 3).

Dinul Islam adalah agama yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai penutup dari semua agama dan semua syariat sebelumnya. Sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam …(QS. 3 Ali Imron: 19).

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. 3 Ali Imron: 85)

Maka tidaklah akan diterima keimanan seorang Yahudi dan Nashrani sejak diturunkannya Islam, melainkan dia harus tunduk dan beriman kepadanya. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits dari Abu Huroiroh Radiallahu’anhu, bahwasanya Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dan demi Alloh yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, tidaklah seorangpun dari umat ini yang mendengar risalahku, baik dari kalangan Yahudi ataupun Nasrani, kemudian dia mati sementara belum beriman dengan apa yang diturunkan kepadaku, maka dia akan menjadi penghuni neraka.” (HR Muslim dalam kitabul Iman, Ahmad dalam Musnadnya)

Yang dimaksud dengan beriman didalam hadits ini adalah membenarkan apa–apa yang datang darinya, mengamalkan apa–apa yang diperintahkan didalamnya, serta menjauhi apa–apa yang di larang olehnya. Dan kesaksiannya bahwa Islam adalah agama yang benar diantara semua agama yang ada di dunia ini. Sebagaimana Firman Alloh:

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Alloh turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. …” (QS. 5 al-Maidah: 48).

Islam menyeru manusia yang hanif (lurus) fitrohnya kepada ajaran yang benar, yang tidak akan pernah berubah oleh pergantian masa; sebagaimana Firman-Nya :

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. 30 ar-Rum: 30).

Islam mengatur kehidupan manusia dari segala sisinya, meletakkan dasar-dasar yang kokoh di dalam akidah, ibadah, akhlak dan mu’amalah, yang tidak pernah berubah karena perubahan waktu dan tempat. Islam adalah agama yang mengatur dan menjelaskan segala yang dibutuhkan manusia; sebagaimana Firman Alloh ta’ala,

“Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. 16 an-Nahl: 89).

Dan juga Firman-Nya:

“Tiadalah Kami luputkan sesuatu apapun di dalam Alkitab, kemudian kepada Rabb mereka, mereka akan dihimpunkan.” (QS. 6 Al-An`am: 38).

Islam adalah agama yang benar, yang Alloh telah menjamin bagi orang–orang yang berpegang teguh dengannya, akan mendapatkan pertolongan-Nya dan akan dimenangkan di atas semua agama; sebagaimana Firman Alloh:

“Dia-lah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” (QS. 61 ash-Shaff: 9).

Dan juga Firman Allah:

“Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (QS. 24 an-Nur: 55).

Islam adalah agama yang memerintahkan untuk bertauhid kepada Alloh dan melarang kesyirikan, memerintahkan kebenaran dan melarang kedustaan, memerintahkan keadilan dan melarang kecurangan, memerintahkan amanah dan melarang khianat. Memerintahkan untuk berakhlak mulia dan melarang dari semua perbuatan yang tercela. Memerintahkan dengan semua amal kebaikan dan melarang dari seluruh amalan kejelekan. Sebagaimana Firman Alloh:

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. 16 an-Nahl: 90).

Dan Sesungguhnya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhabarkan kepada kita, bahwa ummat ini akan berpecah belah, dan ini merupakan musibah bagi ummat dan sekaligus celaan bagi yang menyimpang dari kebenaran, dan merupakan peringatan dari bahaya perpecahan.

Telah disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih, seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Muawiyah, Abdullah, Amru bin Ash, Anas bin Malik, Abu Musa Al-Asy’ari, Jabir bin Abdillah dan Abdullah bin Masud dan yang lainnya:

Kaum Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan, satu disurga dan yang 70 diancam dengan neraka, sementara umat Nasrani telah terpecah menjadi 72 golongan, satu golongan di surga dan yang 71 golongan diancan neraka, dan demi Alloh! Yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, umatku ini akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga dan 72 golongan diancam neraka, lalu Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, siapakah mereka wahai Rasululloh? Beliau r menjawab, aljamaah (orang yang berada diatas kebenaran meskipun sendirian).” (HR Ibnu Majah dalam kitabul fitan)

Dan berita tentang perpecahan ini merupakan perkara ghaibiyah dan sekaligus sebagai tanda-tanda kenabian yang datang dari Allah ta’ala. Hakikat perpecahan yang dimaksud bukanlah mutlak perpecahan, karena disana ada bentuk perselisihan yang diperbolehkan didalam syariat, seperti didalam masalah-masalah furu’iyyah dan ijtihadiyyah, dan disana ada bentuk perselisihan dan perpecahan yang dicela didalam syariat. Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s